Blog Ini Merupakan Sarana Informasi Desa Lergunong

Monday, July 15, 2019

Jendela Dunia Baru Di Desa Lergunong


Pendidikan Awal Dari Majunya Suatu Negara
Pendidikan merupakan jendela dunia. Mengajar merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Desa Lergunong. Tidak adanya guru berkemampuan di bidang mata pelajaran umum, maka dari itu kami memilih untuk mengajar. 

Mengajar TK

Mengajar di Taman Kanak-kanak (TK) merupakan pengalaman baru bagi kami. Para wali murid juga ikut menemani putra dan putrinya sehingga kondisi kelas sangat ramai. Kondisi tersebut sangat mengganggu kegiatan mengajar kelas lainnya. Bernyanyi merupakan metode pelajaran yang dilakukan TK. Selain itu, TK ini juga diajarkan tentang keagamaan.

Mengajar madrasah
Murid madrasah di Desa Lergunong mempunyai kemampuan hafalan yang cukup baik. Guru disini lebih menerapkan metode pengajaran hafalan dengan cara bernyanyi. Namun, kelemahan dari metode tersebut yaitu rendahnya kemampuan murid untuk mambaca. Murid madrasaha pada saat pelajaran sangat aktif dan penuh semangat. 

Mengajar SMP kls 1

Murid SMP kelas 1 sangat pasif dalam kegiatan belajar dan memiliki kemampuan yang rendah dalam perhitungan perkalian dasar. Sehingga, sistem pengajaran di kelas 1 cukup membutuhkan kemampuan yang ekstra.
Mengajar SMP kls 2 dan 3
Berbeda dengan kondisi mengajar di SMP kelas 2 dan 3, murid-murid disini lebih aktif dan lebih memahami perhitungan perkalian dasar. Namun bila dibandingkan kelas 2 dan 3 di kota-kota besar. Kondisi pendidikan sangat ketinggalan jauh. Sehingga, sangat diperlukan tenaga mengajar yang banyak agar bisa memajukan pendidikan di desa Lergunong.

Kendala pendidikan di Desa Lergunong ;
1. Kurangnya fasilitas pendidikan yang memadai
2. Tenaga pendidik kurang berkompeten

Bimbel
Bimbingan Belajar



Kami tidak hanya mengajar saja. Kami juga menyediakan bimbel. Bimbel dilaksanakan pada Hari Sabtu, Minggu dan Senin pada jam ba'da isya. Kami membuka bimbel untuk anak TK, SD kelas 1-6 dan SMP kelas 1-3. Bimbel juga melakukan sistem pengabsenan, kami hanya ingin tau jumlah anak yang datang di setiap bimbel. Sekurang-kurangnya peserta bimbel yang datang berjumlah 40 orang. Peserta bimbel sangat antusias dengan diadakannya bimbel. Menurut orangtua murid bimbel ini sangat membantu dan meminta agar setiap hari diadakan bimbel. Orangtua lergunong sangat mempedulikan anak-anaknya perihal pendidikan. 


Orangtua murid juga ikut memantau kegiatan anak-anaknya. 


KKN 51 UTM '19

0 komentar:

Post a Comment