Blog Ini Merupakan Sarana Informasi Desa Lergunong

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Saturday, July 27, 2019

The Night of Islamic Creation


The Night of Islamic Creation merupakan rangkaian penutupan kegiatan KKN oleh kelompok KKN 51 yang dilaksanakan pada tanggal 26 juli 2019 tepatnya hari Jumat pukul 19.00 WIB sampai 22.30 WIB dengan tema “Menggali Potensi Minat dan Bakat dalam Seni dan Dakwah Islami”. Kegiatan ini bertempat di halaman SDN Lergunong 1. Kegiatan terdiri dari penampilan seni islami oleh siswa-siswi dari berbagai instansi yang ada di Desa Lergunong kemudian dilanjutkan pengajian atau ceramah dari KH. Abdur Rofiq. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Lergunong (bapak Toha), para perangkat desa, alim ulama’ serta masyarakat Desa Lergunong yang sangat antusias mengikuti jalannya acara. Adapun tujuan diadakannya kegiatan “The Night of Islamic Creation” ini adalah untuk mempererat tali silaturahmi kepada seluruh masyarakat di Desa Lergunong serta untuk menutup rangkaian kegiatan atau acara dari kelompok KKN 51.





Dusun Palenggian


Dusun Palenggian merupakan salah satu dusun yang nama dusunnya diambil dari nama “buju’” yang terdapat di dusun tersebut. Buju’ tersebut berlokasi di bawa pohon asam di timur masjid. Menurut informasi dari ketua dusun Palenggian sendiri yakni bapak Sawali (73 tahun), buju’ yang ada di dusun tersebut bukan berupa makam melainkan persinggahan (palenggian).

Pada jaman dulu ada 9 orang yang membakar ubi, ubi tersebut aslinya adalah batu kemudian dari 9 orang tersebut terdapat 1 orang yang membakar ubi tersebut tapi tetap menjadi batu sedangkan 8 orang lainnya menjadi ubi. Suatu ketika ada seorang santri yang kehausan kemudian ia menancapkan pedang di batu tersebut dan keluarlah air dari batu tersebut. Hingga sekarang pedang tersebut masih ada dan dari tempat tancapan pedang tersebut dibuatlah sumber/ sumur. Dan asal nama palenggian tersebut karena tempat tersebut menjadi tempat persinggahan 9 orang tadi. Masyarakat di dusun ini rutin melakukan “burdȃh” dan yasinan yang biasa dilaksanakan oleh laki-laki dan bertempat di masjid yang ada di dusun. “Burdȃh” dalam bahasa Indonesia disebut sholawatan. Sedangkan para perempuannya atau para ibu-ibu biasanya melakukan kegiatan muslimatan setiap jum’at sore. Kegiatan keagamaan tersebut rutin dilaksanakan setiap minggu.

Di dusun Palenggian sendiri terdapat fasilitas fasilitas penunjang pendidikan diantaranya TK Alhasimi Assa’adah dan Madrasah Dini Assa’adah, Tenaga pengajar di sekolah tersebut berasal dari dalam dusun sendiri atau yang biasa disebut dengan guru tugas. Kepala sekolahnya bernama ustad Ta’i dan pembinanya bernama abah H. Hasyim (pemilik tanah sekolah). Mayoritas pekerjaan masyarakat di dusun Palenggian adalah sebagai petani. Tanaman yang ditanam dapat berupa padi, jagung maupun kacang hijau. Hasil pertanian tersebut dikonsumsi sendiri oleh masyarakat dan jika masih ada sisa atau berlebih maka dijual ke pasar.

Hasil pertanian yang paling menguntungkan di dusun ini adalah padi, namun karena musim kemarau sehingga banyak sumber mata air mengering dan banyaknya padi yang diserang hama wereng menyebabkan para petani banyak mengalami kerugian. Selain bertani masyarakat juga memilih untuk berternak, seperti ternak sapi. Tak sedikit pula masyarakat yang memilih merantau keluar kota bahkan keluar negeri seperti ke Malaysia, Korea dan Arab. Mayoritas yang merantau adalah para pemuda dusun 12 Palenggian sedangkan yang bertani dan berternak adalah para orang tua (orang sepuh). Ada pula yang mempunyai usaha menjahit, adanya tukang jahit ini merupakan pertama yang ada di desa Lergunong sehingga cukup membantu masyarakat sekitar yang ingin menjahit agar tidak terlalu jauh ke desa tetangga.

Dusun Bikondang

Foto bersama pak supardi
Asal dari nama dusun Bikondang diambil dari nama buju’ yang ada di dusun tersebut yaitu Buju’ Bikondang (wawancara dengan bapak Supardi selaku kepala dusun Bikondang). Di dusun Bikondang ini terdapat buju’ Bikondang dimana masyarakat sekitar rutin melakukan ritual “nyonson” atau “arebbe” setiap malam jum’at di dusun tersebut. Berdasarkan cerita dari Kepala Desa Lergunong dan tokoh-tokoh masyarakat di dusun Bikondang ini terdapat kepercayaan jika ada yang mengambil sesuatu tanpa meminta kepada pemiliknya maka yang mengambil sesuatu tersebut akan sial atau tertimpa musibah, meskipun hanya kerikil atau sampah yang ada dijalan raya wajib hukumnya pamit/ meminta 10 dulu kepada pemiliknya.

Pada dusun Bikondang ini terdapat fasilitas penunjang pendidikan diantaranya SDN 1 Lergunong, SMP serta Pondok Pesantren Ashsholihiy Tanwirul Afkar dimana di dalamnya terdapat sekolah TK, madrasah dan SMP. Mayoritas masyarakat di dusun Bikondang bekerja sebagai petani padi dan jagung, peternak sapi dan merantau. Hasil tani yang didapat kebanyakan di konsumsi pribadi. Di dusun ini juga terdapat kelompok tani sehingga jika ada bantuan dari pemerintah mempermudah dalam pendistribusiannya seperti bantuan pupuk dan lain-lain (wawancara dengan ketua dusun bapak Supardi). Di dusun Bikondang ini juga ada home industry, yaitu industry kerupuk nasi.

Dusun Terbuh


  Dusun Terbuh merupakan salah satu dusun yang ada di Desa Lergunong. Asal muasal dusun ini berasal dari adanya sumur tantoh atau dalam bahasa Indonesia disebut sumur tua. Sumur tua tersebut sampai sekarang masih bisa digunakan oleh masyarakat karena masih mengeluarkan sumber mata air. Tempat atau lokasi sumur tua tersebut yakni ke selatan masjid yang ada di dusun. Masyarakat dusun Terbuh merupakan masyarakat yang islami, hal tersebut ditandai dengan rutinnya diadakan kegiatan-kegiatan keagamaan seperti diadakannya pengajian, sholawatan (burdȃh) dan yasinan setiap minggunya.
  Pada dusun ini terdapat beberapa fasilitas pendidikan diantaranya adanya TK Nurul Imam, Madrasah Islam Nurul Imam, SMP Islam Nurul Imam dan SDN Lergunong 2. Mayoritas masyarakat di dusun Terbuh bekerja sebagai petani, peternak, tukang bangunan ataupun merantau. Hasil tani yang didapat di konsumsi sendiri atau pribadi. Di dusun ini tidak terdapat kelompok tani namun para petani tetap mendapat bantuan seperti bantuan pupuk dan bibit jika ada bantuan dari pemerintah.

Dusun Onjen

Sejarah dari dusun Onjen menurut informasi yang didapat dari bapak Usman (49 tahun) selaku ketua dusun Onjen, diceritakan bahwa pada jaman dulu di dusun Onjen adalah hutan yang luas atau besar dan terdapat jalan setapak yang digunakan orang-orang untuk berjalan dan melewati daerah tersebut. konon katanya setiap ada orang atau warga yang melewati jalan tersebut di malam hari sering ada makhluk gaib atau hantu yang melayang-layang di udara dan mengganggu warga yang melewatinya. Melayang dalam bahasa Madura setempat berarti “aonjen” jadilah nama dusun tersebut diberi nama dusun Onjen. Dusun Onjen ini berada di bagian timur desa Lergunong dimana berbatasan langsung dengan desa tetangga seperti sebelah timur ada desa Kombangan, sebelah selatan ada desa Kampak dan sebelah utara ada desa Kalapayan. Masyarakat di dusun Onjen ini mempunyai kegiatan rutinan yang dilakukan yaitu pada hari kamis atau malam jumat masyarakat dusun Onjen rutin melaksanakan yasinan dan pada hari senin atau malam selasa rutin diadakan Diba’ atau shalawatan (wawancara dengan bapak Usman selaku kepala dusun Onjen). Di dusun Onjen sendiri belum tersedia fasilitas pendidikan seperti sekolah.

Masyarakat dusun Onjen menyekolahkan anak-anak mereka ke desa tetangga. Mayoritas masyarakat disini menjadi petani. Adapun tanaman yang ditanam adalah padi dan jagung. Selain menjadi petani masyarakat dusun Onjen juga ada yang berternak dan merantau ke luar kota atau bahkan ke luar negeri. Adapula yang bekerja menjadi tukang bangunan di desa-desa tetangga maupun di desa Lergunong sendiri.

Sarana dan Prasarana Desa Lergunong

KEPENDUDUKAN DAN KETENAGAKERJAAN 

A. Kependudukan 
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan bapak Dura’i selaku Carek di Desa Lergunong, jumlah penduduk di Desa Lergunong yang tercatat secara administrasi berjumlah kurang lebih 4.000 jiwa. Menurut informasi yang diberikan pemerintahan desa mengalami kesulitan dalam menghitung jumlah penduduk dikarenakan banyaknya penduduk yang keluar masuk desa, seperti keperluan pindah tempat atau keperluan menikah.

B. Ketenagakerjaan
Masyarakat Desa Lergunong mayoritas bermata pencaharian sebagai petani. Tanaman yang sering ditanam oleh masyarakat setempat adalah padi dan jagung. Namun ketika musim kemarau tiba, para petani mengalami kesulitan dalam bercocok tanam dan mengalami gagal panen karena kurangnya pasokan air. Selain menjadi petani sebagian masyarakat Desa Lergunong juga ada yang berternak, tukang bangunan, usaha rumahan dan merantau.

PERUMAHAN DAN LINGKUNGAN HIDUP
Perumahan adalah kelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau hunian yang dilengkapi dengan prasarana guna menunjang kesejahteraan penghuni di dalamnya. Secara umum, perumahan dan lingkungan di Desa Lergunong cukup baik. Mayoritas rumah-rumah di Desa Lergunong dilengkapi dengan mushollah di sebelah rumahnya untuk menunjang kegiatan beribadah mereka. Selain itu tersedianya fasilitas umum di desa juga akan menunjang kegiatan masyarakat di desa. Penyediaan sarana dan prasarana yang ada di Desa Lergunong ini merupakan upaya pemerintah dalam rangka meningkatkan peran, fungsi serta tatanan kehidupan masyarakat desa. Adapun fasilitas yang tersedia di Desa Lergunong yaitu :

Keagamaan 
Masjid 4 unit 
Musholla Hampir tiap rumah 
Pemakaman 4 lahan pemakaman umum & puluhan lahan pribadi

Pendidikan
TK 4 unit 
SD 2 unit 
Madrasah 4 unit
SMP 2 unit
Pondok Pesantren 3 unit
Kesehatan Poskesdes 1 unit
Kelembagaan Balai Desa 1 unit
Pasar 1 unit

ANGKUTAN, KOMUNIKASI DAN INFORMASI
A. Angkutan 
Jenis angkutan atau transportasi yang sering dipakai oleh masyrakat di Desa Lergunong adalah sepeda motor, mobil, pick up, dan truk. Desa Lergunong jauh dari kota dan jalan raya yang biasa digunakan jalur perlintasan angkutan umum, sehingga di desa ini tidak terdapat angkutan umum.
B. Komunikasi dan Informasi 
Sarana komunikasi dan informasi di Desa Lergunong ini cukup baik. Dilihat dari adanya televisi hampir disetiap rumah memudahkan masyarakat menerima informasi terbaru sehingga tidak ketinggalan berita. Untuk alat komunikasi mayoritas masyarakat di Desa Lergunong ini sudah memakai smartphone baik yang muda sampai yang tua hal tersebut memudahkan mereka dalam berkomunikasi dan mencari informasi. Dengan adanya tower di Desa Lergunong juga meningkatkan kualitas jaringan smarphone.

Sejarah Desa Lergunong


Desa Lergunong merupakan salah satu desa yang berada di kecamatan Klampis, kabupaten Bangkalan. Desa yang terletak dipinggir daerah perbukitan ini memiliki pesona alam yang masih sangat asri. Desa Lergunong memiliki arti yang berasal dari bahasa Jawa yaitu kata “ler” yang berarti pinggir dan kata “gunong” yang berarti gunung, sehingga nama desa ini memliki arti yaitu desa yang berada di pinggir gunung walaupun sebenarnya desa ini merupakan suatu perbukitan, namun masyarakat di desa ini menyebutnya gunung. Nama Desa Lergunong ini diberikan oleh sesepuh atau orang terdahulu, nama ini juga menyesuaikan dengan tempat atau letak dari desa ini sendiri. Pada zaman dahulu sebelum menjadi desa Lergunong, desa ini dijadikan sebagai tempat untuk bertapa karena suasananya yang sunyi dan tenang sehingga banyak pertapa yang datang ke desa ini. Salah satu pertapa yang terkenal adalah Sunan Bikondang.

Pertapaan yang dilakukan di desa Lergunong oleh para pertapa bertujuan untuk mendapatkan ketenangan jiwa di dunia dan kesaktian maka dari itu rata-rata pertapa pada zaman dahulu memiliki kesaktian yang luar biasa. Awal dari pertapaan itulah yang membuat daerah Lergunong lambat laun menjadi suatu tempat permukiman dan menjadi sebuah desa. 5 Hingga saat ini Desa Lergunong menyimpan sebuah keunikan dan kemistikan. Menurut cerita dari bapak kepala desa Lergunong bahwa ada daerah atau tempat di desa Lergunong yang terkenal keramat yakni terletak di dusun Bikondang.

Hal tersebut dikarenakan di dusun tersebut terdapat makam “Buyut Bikondang” atau biasa disebut dengan “Buju”. Dimana di dusun ini terdapat kepercayaan jika ada yang mengambil sesuatu tanpa meminta izin kepada pemiliknya maka orang yang mengambil akan mendapat sial atau tertimpa musibah. Meskipun yang diambil hanya kerikil, ranting, daun atau sampah sekalipun yang ada di pinggir jalan, wajib hukumnya pamit atau meminta izin terlebih dahulu kepada pemiliknya.

Menurut cerita yang beredar bahwa dahulu pernah ada seseorang dari dusun lain memindahkan batu yang ada di tengah jalan tanpa seizin warga dusun Bikondang, setelahnya orang tersebut menjadi gila sampai saat ini. Tidak hanya itu saja, pernah ada seseorang yang mengambil pelepah daun pisang untuk dijadikan sabuk, namun tak berselang lama perut orang tersebut langsung membuncit. Masih banyak lagi kejadian-kejadian mistis yang pernah terjadi di Desa Lergunong berkaitan dengan kepercayaan tersebut.

Peta Desa Lergunong Klampis Bangkalan

Peta Desa Lergunong Kecamatan Klampis Kabupaten Bangkalan


Struktur Pemerintahan Desa Lergunong Klampis







Cares of Healthy (Peduli Sehat)


Foto bersama BPP dan beberapa warga
  Cares of Healthy merupakan salah satu program kerja yang diadakan oleh peserta KKN 51 UTM Pada tanggal 17 Juli 2019 bertempatkan di Rumah Pak Supardi selaku Kepala Dusun Bikondang Desa Lergunong Kecamatan Klampis Kabupaten Bangkalan. Pada kegiatan ini kami berkerjasama dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP). Penyampaian materi disampaikan oleh BPP. Materi cares of healthy kali ini membahas tentang Manfaat Tanaman Obat Keluarga (TOGA).

  Adanya pemberian materi TOGA disesuaikan dengan kondisi lingkungan Desa Lergunong dan tanaman obat-obatan yang disarankan merupakan tanaman obat yang tidak membutuhkan air banyak dan perawatan khusus. TOGA dapat dikategorikan sebagai obat tradisional yang mudah ditemukan dan murah meriah. TOGA dapat menjadi solusi dan tidak kalah manfaatnya dengan obat kimia dan obat-obat di pasaran.  “Semoga bermanfaat bagi masyarakat” Ucap Imam Farodhi selaku penanggungjawab

  Melihat antusias masyarakat Desa Lergunong “Harapan saya kegiatan seperti ini tidak berhenti disini dan menarik antuasias masyarakat untuk berkumpul saat ada acara seperti ini lagi” Ucap salah satu pemateri BPP


Foto saat penyampaian materi






Wednesday, July 17, 2019

Minggu Ceria

Senam Pagi
Pada hari mingu kami melaksanakan kegiatan senam bersama masyarakat dan dilanjut dengan kerja bakti. Senam pagi dilaksanakan pada jam 06.30 WIB yang bertempatkan di pekarangan SD. Sasaran senam pagi adalah masyarakat desa lergunong. Masyarakat terutama anak-anak sangat antusias.




Kerja Bakti
Setelah senam dilanjutkan dengan kerja bakti di Balai Desa. Kerja bakti hanya diakukan oleh peserta KKN 51 UTM. Balai Desa masih terbilang bangunan yang baru dan lokasi balai dekat dengan persawahan. Sehingga, bangunan perlu dibersihkan karena masih ada sisa-sisa renovasi dan banyak rumput-rumput yang perlu di rapikan.



Pembuatan dan Pemasangan Plang Balai Desa




















Plang Balai Desa Lergunong dibuat setelah melihat keadaan balai desa yang masih terbilang baru. Pengerjaan plang balai memakan waktu semingu. Pengerjaan dalam waktu seminggu terbilang sangat lama karena pembuatan plang ditengah-tengah kesibukan pengerjaan program kerja. Pembuatan plang desa dimulai dengan mencari kayu-kayu yang dibutuhkan, membuat cetakan font yang sesuai, mengecat papan dengan pilox sampai pemasangan plang di halaman balai desa. Kendala yang dialami pada saat pembuatan plang adalah pembuatan cetakan per huruf. Meskipun begitu plang balai desa selesai tepat waktu.

KKN 51 UTM '19

Pelatihan Produk Unggulan : Pembentukkan Corn Creative Community



  Sosialisasi produk unggulan merupakan salah satu program kerja yang diadakan oleh peserta KKN 51 UTM Pada tanggal 16 Juli 2019 bertempatkan di Rumah Pak Supardi selaku Kepala Dusun Bikondang Desa Lergunong Kecamatan Klampis Kabupaten Bangkalan. Sosialisasi bertujuan untuk mengolah produk unggulan desa menjadi produk baru yang memiliki harga jual yang lebih tinggi. Menciptakan produk baru yang memiliki harga jual tinggi berguna membantu meningkatkan perekonomian dan menambah mata pencaharian masyarakat Desa Lergunong.

  Produk unggulan Desa Lergunong salah satunya yaitu jagung. Jagung merupakan bahan baku dari pembuatan produk. Produk yang akan dibuat dengan bahan baku jagung antara lain selai, susu dan permen jagung. Diantara tiga produk tersebut yang pembuatannya paling lama ialah permen. 
Pembuatan permen jagung memakan waktu sampai enam hari bila memanfaat sinar matahari pada proses pengerasan permen. Namun bila ingin hasil yang maksimal, waktu pembuatan jagung dapat dipersingkat dengan memanfaatkan oven untuk mengeraskan adonan agar mirip seperti permen. Pembuatan selai dan susu jagung jauh lebih mudah hanya memerlukan waktu beberpa jam saja. Adapun produk unggulan dari kelompok KKN 51 adalah permen jagung, susu jagung dan selai jagung. 
Cara pembuatan produk unggulan berbahan dasar jagung ini adalah sebagai berikut:
1.         Permen Jagung

· Siapkan 2 jagung muda atau 500 ml sari jagung.
· Tambahkan 2 sachet agar-agar, 500 gram gula pasir dan sejumput garam kemudian rebus.
· Jika sudah mendidih angkat dan tuangkan pada loyang, diamkan hingga padat
· Kemudian potong sesuai dengan ukuran permen yang diinginkan atau buat cetakan yang menarik
· Lalu jemur hingga benar-benar kering (2 sampai 5 hari)
· Setelah kering permen sudah siap disajikan atau dikemas. Usahakan kemasan yang digunakan adalah kemasan yang tertutup.

Video Pembuatan Permen Jagung 
2.         Susu Jagung
· Siapkan 2 buah jagung muda kemudian cuci hingga bersih.


· Rebus jagung hingga lebih lunak kemudian dinginkan untuk memudahkan proses penghalusan.
· Pisahkan biji jagung kemudian tambahkan biji jagung dengan 1 liter air.

· Kemudian saring dan ambil sari jagungnya sedangkan ampasnya bisa dimanfaatkan untuk membuat selai.

·  Rebus sari jagung dengan ditambahkan gula pasir 3 sampai 6 sendok, garam sejumput, dan daun pandan secukupnya.


· Setelah mendidih susu jagung didinginkan terlebih dahulu dan kemudian bisa dikemas.
· Simpan susu jagung di tempat yang bersuhu dingin agar lebih Tohan lama dikarenakan susu jagung ini murni tanpa bahan pengawet.

Video Pembuatan Susu Jagung


3.         Selai Jagung
  Ampas jagung sisa dari pembuatan susu jagung atau permen jagung masih dapat diolah menjadi selai jagung. Adapun cara pembuatannya yaitu ampas jagung dimasak dan ditambahkan gula pasir sesuai selera. Campuran ampas jagung dan gula pasir diaduk sampai mengental dan jadilah selai jagung.

Produk susu, permen dan selai jagung

“Harapan saya masyarakat Desa Lergunong dapat melanjutkan pembuatan produk dan dapat mendistribuksikannya” Ucap Mohammad Amirul Muzakki selaku penanggungjawab.
Pada pembuatan produk ini, masyarakat juga dibolehkan untuk mencicipi hasil olahan jagung tersebut. Masyarakat memberikan respon positif pada citra rasa dari masing-masing produk. “Saya sangat berterimakasih dengan adanya sosialisasi karena sangat bermanfaat bagi masyarakat sini. Insyaallah setelah ini akan diadakan rapat untuk memilih orang yang mampu memproduksi produk ini. Mohon bantuannya juga dari teman-teman KKN untuk mendampingi” Ucap Bunali, salah satu warga Dusun Bikondang Desa Lergunong Kecamatan Klampis Bangkalan.



Melek Teknologi : Pelatihan TI

Pelatihan TI pada SMP

Pelatihan Teknologi Infomasi (TI) merupakan salah satu program kerja yang diadakan oleh peserta KKN 51 UTM bertempatkan di Desa Lergunong Kecamatan Klampis Kabupaten Bangkalan. Rendahnya pengetahuan warga Desa Lergunong dalam kemajuan teknologi yang melatarbelakangi diadakannya program kerja ini. Sasaran pelatihan TI adalah siswa SMP Tanwirul Afkar dan pemuda karanga taruna dengan tujuan adanya generasi lanjutan yang memiliki keahlian dalam bidang pengoperasian komputer.


Pelatihan TI pada Karang Taruna

Kegiatan pelatihan TI kepada siswa SMP difokuskan pada penggunaan microsoft word dikarenakan rendahnya kemampuan dalam penggunan microsoft word. Penggunaan microsoft word sangatlah penting dalam penyelesaian tugas mereka begitupun dijenjang pendidikan berikutnya. “Saya berharap siswa mengenal mengenai teknologi informasi dimulai dengan belajar microsoft word. Hal ini sebagai langkah awal siswa SMP untuk dapat mengembangkan pengetahuan mereka akan melek teknologi saat ini.” Ucap Muhammad Ali Yafi selaku penanggung jawab

Selain siswa SMP, pelatihan TI juga dilakukan terhadap karang taruna difokuskan pada software coral draw. Software coral draw merupakan software yang berguna dalam pembuatan design pada banner, poster, denah dan pamflet. “Saya sangat senang bisa belajar coral draw bersama teman-teman KKN. Saya sempat kebingungan karena penyampaian kurang jelas. Namun setelah didampingi langsung oleh teman-teman KKN pada saat proses penyampaian materi, saya sudah tidak merasa bingung lagi.” Ucap salah satu karang taruna

Pembentukan GP2T



Penyampaian proses pembuatan pupuk
Penyuluhan Gerakan Petani Peduli Tanaman (GP2T) merupakan salah satu program kerja yang diadakan oleh peserta KKN 51 UTM bertempatkan di Desa Lergunong Kecamatan Klampis Kabupaten Bangkalan dengan memanfaatkan sisa-sisa sayuran yang sudah tidak layak dan dirubah menjadi pupuk organik. Fungsi dari pupuk organik dapat mengingkatkan produktivitas pertanian, mengurangi pencemaran lingkungan dan meningkatkan kualitas lahan secara berkelanjutan.  

“Pemakaian pupuk organik diharapakan dapat menjadi solusi untuk permasalahan pencemaran tanah dan juga kualitas lahan yang menurun” ucap suci selaku penanggungjawab acara mengenai tujuan pembuatan pupuk organik. Pembentukan GP2T dihadiri oleh kelompok tani beserta karang taruna desa lergunong dengan harapan adanya keberlanjutan dalam pembuatan pupuk organik. Selama acara berlangsung adanya pemaparan materi, prosedur pembuatan dan praktik pembuatan pupuk organik.
Proses pembuatan dengan cara pencampuran sisa sayuran, kompos dan EM4. Selain bermanfaat untuk petani, dalam proses membutuhkan biaya yang terjangkau.

“Kami berharap adanya bantuan EM4 dari pemerintah karena jarak tempuh yang jauh dapat meningkatkan harga barang” Ucap Ketua Kelompok Tani. Antusias warga sangat baik terhadap program kegiatan ini. Diharapkan bisa membantu perekenomian dan kesejahteraan petani Desa Lergunong.


Praktik pembuatan pupuk organik


Monday, July 15, 2019

Jendela Dunia Baru Di Desa Lergunong


Pendidikan Awal Dari Majunya Suatu Negara
Pendidikan merupakan jendela dunia. Mengajar merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Desa Lergunong. Tidak adanya guru berkemampuan di bidang mata pelajaran umum, maka dari itu kami memilih untuk mengajar. 

Mengajar TK

Mengajar di Taman Kanak-kanak (TK) merupakan pengalaman baru bagi kami. Para wali murid juga ikut menemani putra dan putrinya sehingga kondisi kelas sangat ramai. Kondisi tersebut sangat mengganggu kegiatan mengajar kelas lainnya. Bernyanyi merupakan metode pelajaran yang dilakukan TK. Selain itu, TK ini juga diajarkan tentang keagamaan.

Mengajar madrasah
Murid madrasah di Desa Lergunong mempunyai kemampuan hafalan yang cukup baik. Guru disini lebih menerapkan metode pengajaran hafalan dengan cara bernyanyi. Namun, kelemahan dari metode tersebut yaitu rendahnya kemampuan murid untuk mambaca. Murid madrasaha pada saat pelajaran sangat aktif dan penuh semangat. 

Mengajar SMP kls 1

Murid SMP kelas 1 sangat pasif dalam kegiatan belajar dan memiliki kemampuan yang rendah dalam perhitungan perkalian dasar. Sehingga, sistem pengajaran di kelas 1 cukup membutuhkan kemampuan yang ekstra.
Mengajar SMP kls 2 dan 3
Berbeda dengan kondisi mengajar di SMP kelas 2 dan 3, murid-murid disini lebih aktif dan lebih memahami perhitungan perkalian dasar. Namun bila dibandingkan kelas 2 dan 3 di kota-kota besar. Kondisi pendidikan sangat ketinggalan jauh. Sehingga, sangat diperlukan tenaga mengajar yang banyak agar bisa memajukan pendidikan di desa Lergunong.

Kendala pendidikan di Desa Lergunong ;
1. Kurangnya fasilitas pendidikan yang memadai
2. Tenaga pendidik kurang berkompeten

Bimbel
Bimbingan Belajar



Kami tidak hanya mengajar saja. Kami juga menyediakan bimbel. Bimbel dilaksanakan pada Hari Sabtu, Minggu dan Senin pada jam ba'da isya. Kami membuka bimbel untuk anak TK, SD kelas 1-6 dan SMP kelas 1-3. Bimbel juga melakukan sistem pengabsenan, kami hanya ingin tau jumlah anak yang datang di setiap bimbel. Sekurang-kurangnya peserta bimbel yang datang berjumlah 40 orang. Peserta bimbel sangat antusias dengan diadakannya bimbel. Menurut orangtua murid bimbel ini sangat membantu dan meminta agar setiap hari diadakan bimbel. Orangtua lergunong sangat mempedulikan anak-anaknya perihal pendidikan. 


Orangtua murid juga ikut memantau kegiatan anak-anaknya. 


KKN 51 UTM '19

Thursday, July 11, 2019

KARTARDIS

KARTARDIS = Karang Taruna Berdiskusi 
Di Desa lergunong terdapat organisasi yaitu organisasi karang taruna. Dulunya, karang taruna di lergunong disebut dengan Persatuan Pemuda Lergunong (PPL). PPL beranggotakan dari perwakilan setiap dusun. Pada persiapan PPL sudah sangat matang dan sudah lengkap dengan struktur organisasinya. PPL merupakan organisasi yang pada saat mendirikannya dibantu oleh peserta KKN yang berasal dari universitas lain. Namun setelah PPL disahkan, organisasi teesebut malah menjadi vacum dan tidak ada kegiatan apapun .

Berbeda dengan karang taruna yang sekarang, karang taruna sekarang beranggotakan pemuda-pemuda yang memiliki hobi yang sama seperti ngegame, futsal dan kumpul. Meskipun begitu, karang taruna setiap malam selalu mempunyai kegiatan walau hanya sekedar ronda malam (jaga malam).

Kendala karang taruna adalah tidak adanya kegiatan atau program kerja selain jaga malam, banyaknya anggota yang merantau dan hanya bisa berkumpul ketika libur saja, dan struktur organisasi hanya terdapat ketua karang taruna, sekretaris dan bendahara belum terbentuk. Diskusi yang kita lakukan yaitu membantu mengatasi kendala yang ada di dalam organisasi tersebut. Hasil dari diskusi yaitu mambantu cara membentuk struktur organisasi dan program kerja sehari-hari.






KKN 51 UTM '19

Tuesday, July 9, 2019

Sosial Harmonis Desa Lergunong



Perjalanan awal menuju hidup bermasyarakat. Mencoba mengabdi untuk membantu memajukan desa lergunong dari beberapa aspek. Penentuan aspek ini dirancang dengan berpacu pada kendala-kendala yang ada di desa lergunong dan didiskusikan juga bersama kepala desa, tokoh-tokoh masyrakat dan masyarakat desa lergunong. 




Foto bersama kepala desa, tokoh masyarakat dan masyarakat

Foto ini diambil saat pembukaan yang bertujuan untuk mengenalkan peserta kkn ke masyarakat dengan mengumpulkan beberapa tokoh masayrakat dan kepala dusun.  Disini kita juga memperkenalkan program-program yang akan dilakukan.





Setelah pembukaan selesai, kami berencana untuk menemui bapak ustad kori dan istrinya. Bapak kori membantu kami untuk bisa mengajar di TK, Madrasah dan MTS. Disini kami menanyakan perihal jadwal masuk sekolah. Dikarenakan untuk ruang kelas TK, Madrasah dan MTS  yang digunakan secara bergantian dan ada tenaga pengajar yang disewa. Sehingga, kami perlu untuk mengatur jadwal agar kami dapat mengajar.


Hari mulai sore kami segera pamit pulang  lalu sesampainya di posko KKN untuk melakukan sholat magrib berjamaah dan doa bersama.






KKN 51 UTM '19